Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

Publikasi Unusia

Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

Tampilkan catatan item sederhana

dc.contributor.advisor apt. Fara Azzahra, M.Farm.
dc.contributor.author HEZATAMI KUSTIAPUTRI
dc.contributor.editor HEZATAMI KUSTIAPUTRI
dc.contributor.other apt. Andi Wijaya, S.Far., M.Farm.
dc.contributor.other apt. Erma Yunita, M.Sc
dc.date.accessioned 2024-10-14T03:42:51Z
dc.date.available 2024-10-14T03:42:51Z
dc.date.copyright Semua hak cipta dilindungi oleh Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta
dc.date.issued 2024-06-07
dc.identifier 2112067024
dc.identifier.citation Fara Azzahra, Teresia Budiati. (2022). PENGARUH METODE PENGERINGAN DAN PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.). Jurnal Medical Sains, Vol. 7 No 1.
dc.identifier.uri https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/136
dc.description Kata Kunci : daun katuk, pelarut, rendemen, skrining fitokimia Referensi : Fara Azzahra, Teresia Budiati. (2022). PENGARUH METODE PENGERINGAN DAN PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.). Jurnal Medical Sains, Vol. 7 No 1.
dc.description.abstract Daun katuk memiliki senyawa aktif meliputi alkaloid, flavonoid, sapoin, steorid, dan tanin. Jumlah rendemen yang dihasilkan dan perolehan senyawa aktif salah satunya dipengaruhi oleh konsentrasi pelarut. Salah satu pelarut yang biasanya digunakan untuk proses ekstraksi adalah etanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut terhadap rendemen yang dihasilkan serta kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak daun katuk. Metode penelitian menggunakan rancangan Post-test Only Design. Pelarut yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah pelarut polar yaitu etanol 70% dan etanol 96%. Serbuk simplisia dimaserasi dengan masing-masing pelarut (perbandingan 1:3) selama 3x24 jam. Filtrat yang didapat kemudian disaring dan didiamkan dengan cara diangin-anginkan sampai terbentuk ekstrak kental. Ekstrak kental yang diperoleh dihitung rendemennya dan diuji secara statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk. Jika data terdistribusi normal dan homogen dilanjutkan dengan uji parametrik Independent Sample T-Test, namun jika data tidak terdistribusi normal dan tidak homogen dilanjutkan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil pengujian skrining fitokimia antara lain uji fenolik, uji alkaloid, uji flavonoid, uji saponin, uji tanin, dan uji terpenoid. Data hasil skrining fitokimia disajikan secara deskriptif.
dc.publisher Farmasi
dc.subject daun katuk, pelarut, rendemen, skrining fitokimia
dc.title Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)
dc.type Thesis D3


File dalam item ini

File Ukuran Format Lihat Deskripsi
1728877371277_cover_KTI.jpg 46.19Kb image/jpeg Lihat / Buka Cover Tugas Akhir Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Pelarut Terhadap Rendemen dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus)

Item ini muncul di Koleksi berikut

Tampilkan catatan item sederhana

Telusuri Repositori


Pencarian Lanjutan

Jelajahi

Akun Saya