<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta</title>
<link>https://ecampus.afi.ac.id:443/repo</link>
<description>Sistem repositori digital menangkap, menyimpan, mengindeks, memelihara, dan mendistribusikan materi penelitian digital.</description>
<pubDate xmlns="http://apache.org/cocoon/i18n/2.1">Fri, 05 Jun 2026 23:21:15 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-06-05T23:21:15Z</dc:date>
<item>
<title>Pengaruh Lama Pengadukan Terhadap Sifat Fisika Kimia Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Pepaya 
(Carica papaya L.)</title>
<link>https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/294</link>
<description>Pengaruh Lama Pengadukan Terhadap Sifat Fisika Kimia Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Pepaya 
(Carica papaya L.)
SITI ALIFAH PRASTIA
SITI ALIFAH PRASTIA
Papaya leaf extract (Carica papaya L.) can be developed in the form of cream. The process of making cream preparations can affect the quality of the preparations that are formed. Mixing is the main factor that greatly influences the yield including organoleptic, homogeneity, spread diameter, pH of the resulting preparation and viscosity. The aim of this research was to find out how long the stirring time had an effect on the physical and chemical properties of the good papaya leaf ethanol extract cream preparation. This research was conducted using the post test only design method. Cream making using 1% papaya leaf ethanol extract with variations in stirring time of 10 minutes, 15 minutes and 20 minutes. The cream preparations obtained were evaluated for organoleptic tests, homogeneity, scatter diameter, and pH. Data on organoleptic test results and homogeneity were described, while data on pH test results and scatter diameter were analyzed using SPSS 23 with a 95% confidence level. The normality test uses the Shapiro-Wilk test, the homogeneity test uses the Levene's Test. If the results of the pH and scatter diameter tests were normally distributed and homogeneous, the One Way Anova test was continued, followed by the Least Significance Difference Test if it was significantly different (p0.05). If the distribution is not normal, the Kruskal Wallis test is carried out, followed by the Mann Whitney test if the result is (p0.05).
Kata Kunci :
Keywords: Stirring Time, Papaya Leaves, Cream

Referensi :
</description>
<pubDate>Tue, 11 Jul 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/294</guid>
<dc:date>2023-07-11T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera Cordifolia Steen.) pada Mencit Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Aloksan</title>
<link>https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/292</link>
<description>Efek Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera Cordifolia Steen.) pada Mencit Jantan Galur Swiss Yang Diinduksi Aloksan
ANGGITYA NADIA STEVANI
ANGGITYA NADIA STEVANI
Diabetes Mellitus merupakan penyakit dengan pengobatan sepanjang hidup, sedangkan obat antidiabetes yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping dalam penggunaan jangka panjang sehingga membutuhkan alternatif terapi dengan tanaman obat tradisional seperti tanaman binahong (Anredera cordifolia Steen.) yang mengandung flavonoid dan saponin, senyawa tersebut mempunyai kemampuan menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antidiabetes ekstrak etanol daun binahong pada mencit jantan galur swiss yang diinduksi aloksan. Jenis penelitian ini eksperimental dengan metode pre and post test with controlled group design. Hewan uji yang digunakan adalah mencit jantan galur swiss 15 ekor yang dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok kontrol negatif diberi CMC Na 0,5%, kelompok kontrol positif diberikan glibenklamid dosis 0,65 mg/KgBB, kelompok perlakuan diberikan ekstrak etanol daun binahong dengan dosis 17,5 mg/KgBB. Data kadar gula darah yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan kadar gula darah sebelum dan setelah induksi aloksan (sig0,05). Peningkatan kadar gula tertinggi setelah diinduksi aloksan pada kelompok ekstrak daun binahong 17,5 mg/KgBB yaitu sebesar 42,4%. Kadar gula darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok ekstrak daun binahong 17,5 mg/KgBB memiliki perbedaan bermakna dengan nilai (sig0,05) sehingga menunjukkan adanya efek penurunan kadar gula darah sebesar 33,4%.
Kata Kunci :
Diabetes, Anredera cordifolia, Gula Darah, Glibenklamid, Aloksan

Referensi :
</description>
<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/292</guid>
<dc:date>2023-06-19T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Gambaran Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Periode Agustus-Desember 2022</title>
<link>https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/293</link>
<description>Gambaran Penggunaan Obat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Periode Agustus-Desember 2022
BELINDA SOFIA HERAWIDANTI
BELINDA SOFIA HERAWIDANTI
Hipertensi dikenal sebagai penyakit kardiovaskular yang menyebabkan kematian dini di negara maju dan ketujuh di negara berkembang. Hipertensi atau darah tinggi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah meningkat secara terus menerus hingga melebihi batas normal. Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa gejala atau keluhan. Diketahui bahwa obat tunggal yang terbanyak digunakan yaitu amlodipin 10 mg (35,3%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif karena mengambil data dari rekam medis pasien hipertensi yang terdiagnosis hipertensi pada bulan Agustus – Desember 2022 di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Data yang yang diperoleh sebanyak 98 responden. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif disajikan dengan persentase dalam bentuk tabel tentang gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Bambanglipuro Bantul. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien terbanyak berjenis kelamin perempuan sebesar (71%), berdasarkan usia paling banyak yaitu berusia 45-65 tahun sebesar (52%). Gambaran Penggunaan obat hipertensi berdasarkan jenis obat yang paling banyak digunakan yaitu amplodipin 5 mg sebesar (91%), sedangkan golongan yang paling banyak digunakan yaitu CCB (91%).
Kata Kunci :
Hipertensi, gambaran penggunaan, puskesmas, obat.

Referensi :
</description>
<pubDate>Wed, 21 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/293</guid>
<dc:date>2023-06-21T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Tradisional di RT 05 Desa Karanggayam Bantul Januari 2023</title>
<link>https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/291</link>
<description>Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Tradisional di RT 05 Desa Karanggayam Bantul Januari 2023
AJENK YANURRANY
AJENK YANURRANY
Traditional medicine has been used widely in the world, around 80% of the population in certain countries, used traditional medicine as a guarantee of their health. As much as 49.5% of Indonesia's population has started using traditional medicine in the form of herbs. As much as 92% of Indonesian people stated that they know about traditional medicine, but the knowledge limited about herbal medicine. The aim of this study to determine the relationship between the level of education and the level of public knowledge about traditional medicine in RT 05 Karanggayam Village, Bantul. This study used an analytic observational method with a cross sectional approach. The sampling technique used purposive sampling of 75 respondents. Data analysis was carried out, namely the characteristics of the respondents, the level of knowledge, and the relationship between the level of education and the level of knowledge using Kruskal-Wallis test with SPSS 23. The results obtained from the level of knowledge about traditional medicine in the good category are 48%, sufficient are 35%, and less are 17%. Kruskal-Wallis test results obtained a significance value of 0.286, then Ho was accepted and Ha was rejected. The conclusion of this study is that there is no relationship between the level of education and the level of public knowledge about traditional medicine in RT 05 Karanggayam Village, Bantul.
Kata Kunci :
tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, obat tradisional

Referensi :
</description>
<pubDate>Sat, 03 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">https://ecampus.afi.ac.id/repo/handle/123456789/291</guid>
<dc:date>2023-06-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
